Anda pernah melihat Mesin Roullete sebelumnya di Kasino, yang dimana permainan ini menggunakan media bola Roullete yang digelindingkan searah putaran jarum jam dan kemudian bola itu berhenti di satu titik nomor. Anda pastinya tidak akan tahu tepatnya bola tersebut akan berhenti di angka nomor berapa kan ? Dunia perjudian kasino itu dianggap seperti Bola Roullete yang berputar tidak pasti, bola tersebut akan berputar hingga berhenti di satu titik yang menentukan anda menang atau kalah. Karena judi pula orang yang kaya bisa jadi miskin atau begitu juga sebaliknya, tidak ada yang tahu pasti. Tapi walaupun judi kasino menganut paham “adu nasibme” (cuma guyon semata J), tetap saja permainan ini digeluti oleh banyak pecintanya di dunia. Bahkan menurut survey di negara AS, sekitar 73% penduduknya pernah mencicipi gemerlap dunia kasino.

Beberapa waktu lalu, saya sempat menuliskan bahan artikel tentang “10 pemenang Lotre terbesar di Dunia” dan sekarang ini saya akan menuliskan sesuatu yang malah terjadi sebaliknya yaitu “10 penjudi yang mengalami kekalahan terbesar di Kasino sepanjang hidupnya” dan mereka bukan merupakan agen sbobet terpercaya dalam membuat akun SBOBET. Daripada berlama-lama malang melintang ga jelas, mari kita saksikan kisah mereka diantaranya :

  • Robert MaxwellRobert-Maxwel

Menderita kekalahan sebesar US$ 2.250.000

Boleh percaya atau tidak, Big Boss sebuah perusahaan Media di Inggris ini menderita kekalahan sebesar US$ 2 juta lebih hanya dalam kurun waktu 3 menit saja. Perbuatan “gila”nya ini dilakukan dengan memainkan tiga mesin Roullete berbeda di kasino Les Ambassadeurs London. Atas aksinya ini ia membuat sesuatu yang buruk sepanjang hidup dan karirnya yang dimana ia tidak bisa membayar utang perusahaan dan malah terpuruk pada utang yang bernilai jutaan dollar. Bahkan sampai ia tutup usia di tahun ’92, utangnya tersebut masih tersisa beberapa juta dollar.

  • Jimmy WhiteJimmy_White

Menderita kekalahan sebesar US$ 3.150.000

Pemain Snooker ini mengaku sudah mengalami kekalahan judi sebesar lebih dari US$ 3 juta yang ia habiskan pada permainan Balap Kuda dan Blackjack selain itu ia juga termasuk pecandu kokain dan peminum alkohol yang berat. Pernah ada kasus saat ia kalah dalam final kejuaraan Snooker Dunia tahun 1994, ia mengaku menghabiskan hadiah Runner-Up sebesar US$ 200.000 hanya dalam kurun waktu 24 jam. “Saya termasuk penjudi yang kompulsif, dan dulu menurut saya pribadi kokain itu adalah obat mental. Namun sekarang saya hanya bermain Poker untuk mengisi waktu luang dan sudah tidak mau berjudi lagi”, akunya.

  • Akio Kashiwagi

Menderita kekalahan sebesar US$ 10.000.000

Seorang pebisnis investasi dan rokok kawakan dari Jepang ini mengalami nasib tragis sepanjang hidupnya. Kashiwagi dilaporkan dapat menghasilkan US$ 100 juta pertahun dari bisnis yang digelutinya, namun saat itu ia mencoba untuk mengadu nasib di Kasino Trump Plaza, Atlantic City. Ia memulai bertaruh pada angka US$ 12 juta dan kalah, seakan tidak menyerah ia kemudian bertaruh lagi sebesar US$ 10 juta namun dari hasil berjudinya itu ia hanya bisa membawa pulang uang sebesar US$ 2 juta saja. Sisi tragisnya, pada Januari 1992 ia dibunuh dengan cara ditikam secara brutal sebanyak 150 kali dengan pedang samurai dan mayatnya diletakkan didepan rumahnya. Kasus itu sampai sekarang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan, dan menurut kabar yang berhembus ia masih berhutang beberapa juta dollar di kasino AS.

  • Mauren O’Connor


Menderita kekalahan sebesar US$ 13.000.000

Mantan Walikota San Diego dan juga janda ini merupakan pendiri rumah makan cepat saji Jack in the Box, yang dimana perjalanan karirnya pun tak semulus perjalanan perjudiannya. Ia pernah menghabiskan uang US$ 1 milliar pada setiap permainan video poker sepanjang di sepanjang tahun 2000-an dan terakhir ia mengalami kekalahan sebesar US$ 13 juta yang membuat ia melakukan hal tercela yaitu dengan mengkorupsi uang amal sebesar US$ 2 juta yang dikumpulkan oleh almarhum suaminya. Menurutnya, uang tersebut untuk menutupi kekalahannya di perjudian dan atas aksinya yayasan ini akhirnya ditutup karena tindakan penyalahgunaan dana plus ia didakwa 10 tahun penjara di persidangan pada tahun 2013.

  • Harry Kakavasharry-kakavas

Menderita kekalahan sebesar US$ 20.500.000

Orang ini mengalami kecanduan judi parah yang membuatnya menderita kekelahan sebesar US$ 20 juta pada permainan Blackjack di Kasino Melbourne Crown. Ia bahkan pernah dipenjara lantaran kedapatan mencuri uang US$ 286.000 untuk menutupi kekalahannya di kasino. Atas sifatnya ini, ia terlibat utang besar di beberapa kasino yang terdapat di Australia dan digelandang ke meja hijau. Terakhir, menurut kabar yang beredar ia berjanji di depan Hakim Agung Pengadilan Tinggi Australia akan segera menghapus utang-utangnya dan merubah sifat kecanduan judinya tersebut.

  • Archie Karas


Menderita kekalahan sebesar US$ 40.000.000

Seorang penjudi specialist Poker terkenal yang pernah menorehkan kemenangan beruntun terpanjang dalam dunia perjudian dan pernah menghasilkan pendapatan sebesar US$ 40 juta sampai US$ 50 juta pada tahun 1992. Namun, saat berada dipuncak justru ia malah menjadi tamak dan tetap berjudi hingga menghabiskan semua uangnya pada tahun 1995. Pada tahun 2013, ia ditangkap karena menggunakan cara curang di Kasino San Diego dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Ternyata selain itu, ia mengaku pernah terlibat kasus pencurian di Nevada dan bahkan melakukan trik-trik curang lainnya dalam bermain Poker. Sekarang ia hanya bisa tertunduk lesu dan mengakui semua rasa bersalahnya di depan Hakim.

  • Kerry Packer

Menderita kekalahan sebesar US$ 42.600.000

Packer dinilai sebagai orang terkaya di Australia dan penjudi tergila di negaranya. Ia pernah menghabiskan uang sebesar US$ 42 juta hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun, kalah US$ 21 juta pada permainan Baccarat di Kasino Las Vegas selama 3 hari, dan kalah US$ 17 juta pada permainan Blackjack di Kasino Crockford London. Walaupun telah mengalami kekalahan besar, ia mengaku tidak merasakan apa-apa sebab di rekening banknya masih terpampang jelas kekayaannya yang mencapai US$ 4,6 milliar. Ia juga pernah memenangkan US$ 21 juta di Kasino MGM Grand Las Vegas dan dijuluki sebagai salah satu pemain kartu paling top di dunia perjudian modern.

  • Omar SiddiquiOmar Siddiqui

Menderita kekalahan sebesar US$ 65.000.000

Pria yang menjabat sebagai wakil presiden ini mengalami kecanduan judi yang terbilang parah. Ia pernah mengalami kekalahan sebesar US$ 65 juta pada permainan Blackjack dengan bertaruh secara sembarangan di Kasino MGM Grand dan Kasino Sands di Las Vegas. Belum cukup sampai disitu, ia juga menipu rekannya yaitu perusahaan Fly Electronic sebesar US$ 87 juta hanya untuk membayar utang judi di Las Vegas. Kemudian ia ditangkap dan diadili pada tahun 2008 serta dijatuhi hukuman penjara 6 tahun atas kasus penipuan. Pengacara Siddiqui sempat membela kliennya dengan mengatakan ini hanya kecanduan judi semata, namun Hakim AS Jeremy Fogel membantah dengan menyebutkan ini perbuatan yang sangat meresahkan dan tidak bisa dimaafkan.

  • Zenli Ye Gon


Menderita kekalahan sebesar US$ 125.000.000

Pria ini pernah kalah sebesar US$ 85 juta di Venetian Las Vegas plus US$ 40 juta di beberapa Kasino lainnya. Ia dikenal sebagai kepala operasi pembuatan obat-obat terlarang yang menghasilkan aset senilai US$ 350 juta per tahun. Pada bulan Agustus 2014, Gon dinyatakan bersalah atas kasus kejahatan terorganisir, produksi obat sintetis dan kegiatan yang melibatkan penggunaan dana ilegal. Dia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas tindakannya.

  • Terry WanatabeTerry Wanatabe

Menderita kekalahan sebesar US$ 204.000.000

Pria kelahiran di Nebraska ini merupakan pewaris perusahaan perhiasan Oriental Trading Company. Pada tahun 2007 sampai tahun 2010, ia mengalami kekalahan sebesar US$ 204 juta dan disebut sebagai penjudi tergila. Ia sering kedapatan bermain produktif di Kasino Caesars Palace dan The Rio Las Vegas. Selain terkenal sebagai penggila judi, ia juga terkenal sebagai peminum berat. Saat bermain kasino dan kalah, ia hanya membayar setengah dari sisa kekalahannya saja dan malah mengklaim bahwa kasinolah yang harus bertanggung jawab atas kekalahannya, sontak hal ini membuat gerah pihak Kasino dan menyeretnya ke meja hijau sehingga ia didakwa dengan empat tuduhan niat untuk kasus penipuan dan menghadapi hukuman 28 tahun penjara.

Comments are closed.

^